PENGEMBANGAN KREATIVITAS
DAN KEBERBAKATAN
Disusun Oleh :
Nama :
1.
Fahdiah
Auditawati (13514771)
2.
Jessica
Phoibe (15514649)
Kelas :
1PA18
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2014/2015
FAKULTAS PSIKOLOGI
2014/2015
BAB
I
PENDAHULUAN
Kreativitas siswa masih merupakan potensi yang masih
harus dikembangkan baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informal (Munandar, 1995). Khususnya
anak sekolah dasar menampakkan kesenangan belajar dan bahkan mereka ingin
mempelajari banyak hal. Dorongan ingin tahu mereka yang sangat tinggi dapat
dilihat dari keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan dengan kemampuan dan
dorongan mereka untuk mengetahui sesuatu dan membuat sesuatu secara kreatif. Mereka
cenderung meniru dan mencoba apa yang mereka lihat dan ketahui. Mereka memiliki
minat yang luas dan cita-cita yang banyak, walaupun mereka belum menyadari
bahwa untuk mengembangkan minat dan mencapai cita-cita mereka memerlukan
pengorbanan dan kerja keras. Mereka juga belum menyadari perlunya memiliki
pengetahuan dan keterampilan serta kepribadian yang sesuai dengan tuntutan
keinginan mereka. Anak-anak sangat menyenangi belajar, seperti yang kita
ketahui dari pendapat (Soepartinah, P.S., 1981) bahwa sebenarnya anak-anak
dapat dan ingin belajar, dan lebih dari itu, mereka ingin belajar
sebanyak-banyaknya dan sesegera mungkin.
Oleh karena itu, peran guru dan oran tua cukuplah penting
untuk menciptakan cara belajar anak yang baik dan menarik supaya anak semakin
tertarik untuk terus mengasah kreativitas mereka.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
I.
PENDAHULUAN
1. Definisi
konsepsional / pengertian kreativitas 4P (Produk, Proses, Pendorong, Pribadi) :
Pengertian kreativitas menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Kreativitas dahulu
dianggap sebagai ”anugrah yang ajaib”, yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Sekarang kita tahu bahwa
kecerdasan merupakan anugrah ajaib yang dimiliki semua orang. Menguraikan kekuatan kecerdasan kreatif
hanyalah masalah memahami bagaimana melakukannya. Kreativitas bisa dimiliki
semua orang dengan membangun potensi kreatif dalam dirinya.
2. Definisi
Konsepsional atau Pengertian Kreativitas 4P (Pribadi, Proses, Produk, dan Pendorong) :
Salah satu masalah yang kritis dalam meneliti, mengidentifikasi,
dan mengembangkan kreaivitas ialah bahwa ada begitu banyak definisi tentang
kreativitas. Akan tetapi, tidak ada satu definisi pun yang dapat diterima
secara universal. Mengingat kompleksitas dari konsep kreativitas, agaknya hal
ini tidak mungkin dan juga tidak perlu, karena kreativitas dapat ditinjau dari
berbagai aspek yang meskipun berkaitan, tetapi penekanannya berbeda-beda.
Definisi konsepsional adalah dari kata konsepsional yaitu hubungan antara
konsep khusus yang akan diteliti. Istilah konsepsional adalah pengarah atau
pedoman yang masih abstrak sehingga membutuhkan pelengkapnya yaitu definisi
operasional.
Rhodes (1961, dalam Isaksen, 1987) dalam menganalisis
lebih dari 40 definisi tentang kreativitas, menyimpulkan bahwa pada umumnya
kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses (process), dan
produk (product). Kreativitas dapat pula ditinjau dari kondisi pribadi dan
lingkungan yang mendorong (press) individu ke perilaku kreatif. Rhodes menyebut
keempat jenis definisi tentang kreatifitas ini sebagai Four P’s of Creativity :
Person, Process, Product, Press.
Berikut
ini akan dijelaskan lebih dalam lagi mengenai definisi tentang kreativitas
melalui pendekatan 4P tersebut.
1)
Definisi
Pribadi (Person)
Definisi kreativitas dari aspek pribadi banyak
dikemukakan oleh beberapa pakar, antara lain menurut Hulbeck (1945), tindakan
kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan
lingkungannya. Fokus pada segi pribadi jelas pada definisi ini. Definisi
mengenai kreativitas yang lain diberikan oleh Sternberg (1988), yaitu
kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis:
intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi. Bersama-sama ketiga
segi dari alam pikiran ini membantu memahami apa yang melatarbelakangi individu
yang kreatif.
Intelegensi meliputi kemampuan verbal, pemikiran lancar,
perencanaan, parumusan masalah, penyusunan strategi, keterampilan mengambil
keputusan dan lain lain. Gaya kognitif atau intelektual pribadi yang kreatif
menunjukan kelonggaran dari ketertarikan pada konvensi menciptakan aturan
sendiri, menyukai masalah yang tidak terlalu terstruktur, senang menulis,
merancang, dan lain-lain. Dimensi kpribadian
atau motivasi terdiri dari fleksibilitas, toleransi terhadap
kedwiartian. Keuletan dalam menghadapi rintangan dan lain-lain.
Pengertian lain mengenai kreativitas, yaitu Kreativitas
adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan
atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock dalam
Basuki, 2010). Sedangkan menurut Munandar (dalam Basuki, 2010) kreativitas
adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas)
dan originalitas dalam berfikir. Selanjutnya kreativitas merupakan sifat
pribadi seorang individu yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan
sesuatu yang baru (Soemardjan dalam Basuki, 2010).
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas dari
aspek pribadi adalah proses menghasilkan dan membuat suatu hal yang baru,
berbeda, unik, dan berarti dari intelegensi dan kemampuan pribadi yang dimiliki
oleh seseorang.
2)
Definisi
Proses (Process)
Definisi proses yang terkenal adalah definisi Torrance
(1988) tentang kreativitas yang pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam
metode ilmiah, yaitu:
1.
Sensing
difficulties and problems
2.
Making
guesses and formulating hypotheses about these deficiencies
3.
Evaluating
ans testing the guesses and hypotheses
4.
Possibly
revising and retesting them
5.
Communicating
the result
Definisi
Torrace ini merupakan seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan
masalah sampai dengan menyampaikan hasil. Menurut Graham Wallas (1926),
kreativitas merupakan proses 5 tahap :
1.
Preparation (Persiapan)
= Proses pengumpulan informasi dan menginvestasikan masalah.
2.
Incubation (Pengendapan) = Secara tidak sadar memikirkan problem
3.
Intimation
4.
Ilumination (iluminasi) =
Menyadari cara-cara baru dalam memecahkan masalah.
5.
Verification (menguji) =
Mengimplementasikan temuan
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi kreativitas
berdasarkan aspek proses adalah proses menemukan jalan keluar dari masalah yang
sedang dihadapi melalui beberpa tahapan ilmiah.
3)
Definisi
Produk (Product)
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan
orisinalitas, seperti defisi dari Barron (1969) yang menyatakan bahwa
“kreativitas adalah kemamupan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang
baru “.
Selanjutnya
dijelaskan oleh Munandar (2002) definisi produk kreativitas menekankan bahwa
apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil,
dan bermakna.
Mengenali bakat, ciri pribadi, mendorong dengan motivasi,
menyediakan waktu dan sarana prasarana,
serta mempertunjukkan hasil karya guna menggugah minat untuk berkreasi akan
membuat individu terpacu untuk kreatif. Selain itu, Stein (dalam Basuki, 2010)
menyatakan bahwa suatu produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan
pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu.
Rogers
(dalam Vernon, 1928) mengemukakan kriteria untuk produk kreatif ialah:
1.
Produk
itu harus nyata
2.
Produk
itu harus baru
3.
Produk
itu adalah hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan
lingkungannya.
Ciri
– ciri dari kreativitas itu sendiri adalah sebagai berikut :
1.
Dorongan
ingin tahu besar.
2.
Sering
mengajukan pertanyaan yang baik.
3.
Memberikan
banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.
4.
Bebas
dalam menyatakan pendapat.
5.
Mempunyai
rasa keindahan.
6.
Menonjol
dalam salah satu bidang seni.
7.
Mempunyai
pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang
lain.
8.
Memiliki
rasa humor tinggi.
9.
Daya
imajinasi kuat.
10. Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan,
gagasan, karangan, pemecahan masalah).
11. Dapat bekerja sendiri.
12. Kemampuan elaborasi (mengembangkan atau memerinci) suatu
gagasan.
13. Ciri-ciri kreativitas juga dapat dilihat dari seseorang
yang memiliki rasa ingin tahu (sense of curiosity), kebutuhan untuk berprestasi
(need of achievement), dapat beradaptasi (adaptable) dan memiliki kemampuan
menempuh resiko.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas ditinjau
dari aspek produk adalah sesuatu yang baru dan orisinil yang dihadilkan oleh
kemampuan manusia dan mendapatkan pengakuan atau penghargaan dari orang-orang
lainnya.
4)
Definisi
Pendorong (Press)
Kategori keempat dari definisi dan pendekatan terhadap
kreativitas menekankan faktor “Press” atau dorongan, baik dorongan internal
(dari diri sendiiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau besibuk
diri secara kreatif) maupun dorongan eksternal (dari lingkungan sosial dan
psikologis). Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung,
tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung. Banyak orang
tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih memprioritaskan
pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam
kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari pentingnya perkembangan
kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid
yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas dari
aspek pendorong adalah kemampun yang dihasilkan karena faktor yang datang dari
dalam diri individu tersebut maupun faktor yang datang dari luar.
3. Definisi
Oprasional Kreativitas
Apa definisi operasional itu? Petunjuk atau cara kerja
bagi peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian,
dan operasional juga dapat menetukan apakah bahan masalah yang dapat diteliti
itu layak atau tidak untuk diteliti.
Definisi operasional kreatifitas adalah kemampuan
seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya
nyata, baik dalam bentuk ciri – ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam
karya baru maupun kombinasi dengan hal – hal yang sudah ada, yang semuanya itu
relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Sedangkan menurut Munandar (dalam Basuki, 2010),
“Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan
(fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk
mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan)”.
4. Definisi
Kreativitas menurut Clark
Menurut Clark definisi kreativitas adalah “Pengalaman
mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu
dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain ”.
Definisi kreativitas menurut Clark berdasarkan hasil
berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan :
“Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya
terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu :
berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking,
feelings, sensing and intuiting)” (June 1961, Clark 1986).
II.
Teori – Teori Mengenai Kreativitas
1. Teori – teori yang melandasi pembentukan pribadi kreatif
:
1) Teori
Psikonalisis
Pada umumnya
teori-teori Psikonalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu
masalah yang biasanya mulai di masa anak-anak. Pribadi kreatif dipandang
sebagai seorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis
a)
Teori
Freud
Menurut
beberapa pakar psikologi,kemampuan kreatif merupakan ciri kepribadian yang
menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan. Sigmund Freud adalah tokoh
utama yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme
pertahanan,yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak
menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Karena mekanisme pertahanan
biasanya merintangi produktivitas kreatif. Freud percaya bahwa meskipun
kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif,mekanisme sublimasi
justru merupakan penyebab utama kreativitas.
Menurut
Freud,orang hanya didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi
kebutuhan seksual secara langsung.
b)
Teori
Ernest Kris
Ernest Kris
menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi ,yaitu kecenderungan untuk beralih ke perilaku pada
tingkat perkembangan sebelumnya yang memberi kepuasan jika perilaku sekarang
tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan juga sering muncul dalam tindakan
kreatif. Orang-orang kreatif menurut
teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan dari alam pikiran
tidak sadar.
c)
Teori
Jung
Carl Jung juga
percaya bahwa alam ketidak sadaran memainkan peranan yang amat sangat penting
dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari
dibentuk oleh masa lalu pribadi. Selain itu,ingatan kabur dari
pengalaman-pengalaman seluruh umat manusia tersimpan disana.
2) Teori
Humanistik
Berbeda dengan
teori psikonalisi, teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari
psikologi tingkat tinggi. Tokoh-tokoh humanistik percaya bahwa kreativitas
dapat berkembang selama hidup.
a)
Teori
Abraham Maslow
Menurut
Abraham Maslow,
pendukung utama dari teori humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar
yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan
hierarki tertentu; kebutuhan primitif muncul pada saat lahir, dan kebutuhan
tingkat tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu.
b)
Teori
Carl Rogers
Menurut Carl Rogers tiga kondisi internal dari pribadi
yang kreatif adalah :
· Keterbukaan
terhadap pengalaman.
· Kemampuan
untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus evaluation).
· Kemampuan
untuk bereksperimen,untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
3) Teori
Csikszentmihalyi
Menurut Teori
Csikszentmihalyi (1996) yang mengkaji ciri-ciri atau faktor-faktor yang
memungkinkan atau membantu kreativitas seseorang muncul dan berkembang. Ia
menegaskan bahwa mungkin ciri pertama yang dapat memudahkan tumbuhnya
kreativitas adalah predisposisi genetik(genetik predisposition), selain itu
juga yang terpenting adalah minat pada usia,kemudian minat itulah yang
menjadikan mereka terlibat secara mendalam terhadap,sehingga mencapai kemahiran
dan keungulan kreativitas.
Chikszentmihalyi
mengemukakan bahwa yang terutama menandai orang-orang kreatif adalah kemampuan
mereka yang luarbiasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan
untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.
Kepribadian
kreatif dapat menunjukkan ciri-ciri yang seperti bertentang atau
paradoksal.dari keempat prespektif kreativitas (pribadi,pendorong,proses,dan
produk) mungkin yang paling menentukan perwujudan kreativitas adalah aspek
pribadi.
Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi :
Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi :
§
Pribadi kreatif mempunyai kekuatan
energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan
konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung
situasinya.
§
Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi
pada saat yang sama mereka juga naïf.
Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti
anak-anak (child like). Insight
mendalam nampak bersamaan dalam ketidak matangan emosional dan mental. Mampu
berfikir konvergen sekaligus divergen.
§
Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan
kombinasi sikap bermain dan disiplin.
§
Pribadi kreatif dapat berselang-seling
antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas. Keduanya
diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan
masa lalu.
§ Pribadi
kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
§ Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan
karyanya pada saat yang sama
§
Pribadi
kreatif menunjukkan lecenderungan
androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender
(maskulin-feminin).
§
Orang
kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam
penilaian karya mereka.
§
Sikap
keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat
banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang
luar biasa.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Kreativitas
sangat berperan dalam proses perkembangan pola pikir anak. Harus ada tindakan
yang positif baik dari orang tua maupun dari sang guru dalam proses
pengembangan kreatifitas. Di lingkungan keluarga peran orang tua sangat penting
dalam perkembangan kreativitas, orang tua harus dapat memupuk motivasi sang
anak agar dapat terus mengembangkan kreativitasnya. Di lingkungan sekolah peran
orang tua digantikan oleh guru, guru harus dapat memberikan sarana dalam proses
perkembangan kreativitas anak didiknya bukan sebaliknya.
II.
SARAN
Sebaiknya
orang tua dan guru harus dapat memperhatikan proses perkembangan kreativitas
anak dan lebih membuat proses belajar lebih baik supaya anak semakin tertarik
untuk lebih mengembangkan kreativitas karena anak yang kreatif dapat berguna
bagi Bangsa dan Negara Indonesia kelak.
III.
SUMBER